"Mohon Pencerahan"

Kamis, 15 Februari 2007

Belakangan ini saya banyak menerima email, terutama mengenai 'How The Attractor Factor works?' dan bisnis. Alhamdulillah, bila postingan saya bisa memberi inspirasi. Saya sendiri masih harus banyak belajar. Kabar baiknya, TDA EO/ Book Club akan buat acara seru "Bedah buku The Attractor Factor dan nonton bareng Film The Secret". Film yang sedang menjadi pembicaraan hangat di Amerika apalagi setelah dikupas di Acara Oprah Winfrey 8 Feb 2007 lalu. Don't miss this great agenda!

Untuk pertanyaan Bisnis, banyak yang masuk seputar mau mulai usaha, bagaimana mengatur waktu menjadi Amphibi (istilah yang karyawan yang juga berbisnis), dll. Satu email sesuai dengan judul diatas, 'Mohon Pencerahan' akan saya sharing disini. Barangkali bisa sedikit masukan buat yang punya masalah yang sama:

Pertanyaan:

Mas Junaedi,

Salam kenal mas,

Saya baru baca blognya mas, blog-blog tda lainnya. Dan saya beryukur sekali menemukan blog-blog tersebut. Menjadi peyemangat saya untuk berusaha terus untuk mencapai kebahagiaan.

Yang menyebabkan saya ingin menyurati mas adalah pertama saya ingin bersilaturhami dan yang kedua kemungkinan sedikit ada persamaan kondisi saya dengan mas(masih kerja pada orang lain).

Kondisi saya sekarang adalah karyawan sebuah perusahaan swasta dengan gaji yang tidak mencukupi kebutuhan. Besar pasak daripada tiang, mungkin itu peribahasa yang cocok. Untuk menutupi kekurangananya saya coba usaha lain. Yaitu istri membuat katering untuk teman kantor dengan modal pinjam sama teman kantor. Beberapa bulan jalan, tapi baru dua minggu ini berhenti karena selain selain istri cape (harus masak dan nganter sendiri, masak ada yang bantu) juga pelanggan minim (cuma belasan orang, tidak menutup biaya), cenderung rugi. akhirnya berhenti.

Kemudian istri saya akhirnya membuat kue,gorengan sarapan pagi untuk saya jual di kantor untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Karena gaji habis untuk bayar sewa rumah dan cicilan hutang.

Saya sih sebenarnya ingin menyewa sebuah tempat makan dan jualan warung nasi dengan modal menambah utang sama teman saya itu tetapi istri tidak setuju lebih baik melunasi dulu hutang yang dulu (berakhir mei).

Nah, bagaimana menurut pa junaedi, gimana sih cerita mas waktu sewa kios duku?. terus kiat-kiatnya gimana.

Terimakasih mas. Mohon Pencerahannya.

NB:Maaf saya langsung to point.

Salam,
Agm

Jawaban:

Hallo Mas Agm!

Thanks mas dan salam kenal juga ya. Saya sendiri sebenarnya belum apa-apa karena saya juga baru belajar untuk usaha sendiri disamping pekerjaan sebagai karyawan. Saya juga banyak bertanya dan belajar kepada rekan tda lain yang sudah berhasil dan saya coba terapkan Kata orang kalau Ilmu tanpa Amal/praktek kan bisa sia-sia ya :)

Kalau boleh saya sharing dengan masalah yang Mas Agm hadapi:

1. Usaha catering istri
Luar biasa punya istri yang turut mendukung bahkan terjun langsung menambah penghasilan. Bersyukur lho mas didampingi istri yang bisa take action membantu.
Saya pernah baca- ini kisah nyata mas- seorang pebisnis catering yang sangat berhasil - tetapi TANPA Modal, TANPA punya tempat sendiri. Lo ko bisa?
Jadi si ibu sukses ini, memulai catering persis yang seperti istri mas Agam lakukan. Seiring dengan meningkatnya pesanan, dia mencari catering lain yang bisa memberikan menu sesuai dengan selera customer. Awalnya dia minta satu catering untuk mensuply satu perusahaan. Secara ketat dia mengawasi menu dan mendengar maunya customer. Uang muka untuk catering tadi didapat dari uang muka customernya. Tanpa Modal!
Karena banyak yang suka, berlakukah hukum marketing DMKM -dari mulut ke mulut-. Si Ibu ini jadi direkomendasikan oleh banyak orang untuk penyediaan catering. Dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Dan catering yang dipakai juga terus bertambah. Berkah sampai sekarang banyak menangani catering pesta pernikahan, dll

2. Usaha gorengan
Selain gorengan, untuk sarapan banyak juga yang suka makan roti dan kue jajan pasar. Coba kunjungi bakery yang dekat dengan tempat mas, dan ajak kerjasama. Ditempat kerja saya sekarang, ada satpam yang berjualan Roti setiap pagi. Dia tdk perlu bayar dulu. Jadi dia bawa sejumlah roti dan seberapa yang laku itu yang dia setorkan. Yang tidak laku bisa dikembalikan lagi. Tanpa Modal dan Tanpa Resiko :)
Untuk kue jajan pasar, kl mas tinggal di Jakarta boleh coba pasar subuh di pasar senen.

3. Sewa kios
Untuk sewa kios terutama kios makanan, yang paling penting adalah LOKASI & Target Market-nya. Kiat saya waktu dapat kios? Bisa dibaca diposting saya sebelumnya ya mas. Yang penting pertama kita harus yakinkan diri sendiri bahwa kita bisa mendapat kios yang kita inginkan.Kemudain dengan uang yang minim? Insya Allah bisa mas, saya dengan uang yang sangat tidak memadai tapi kenyataannya bisa. Dengan niat yang kuat maka Semesta mendukung!

4. Bayar hutang dulu atau menambah hutang untuk mulai usaha?
Balik lagi kepada tujuan keuangan kita. Kalau fokusnya untuk menutup kapal yang bocor dan bisa menenggelamkan perahu. Ya harus ditutup dulu hutangnya. Tapi selama perahu masih bisa berjalan walau pelan, kita tambah saja pinjaman ’bensin’ atau bahkan ’kapal’ orang lain. Agar kapal kita bisa bergerak lebih cepat. Pengeluaran Investasi tetap lebih menjadi prioritas dibanding pengeluaran konsumtif. Ambil langkah taktis, take action now

Barangkali posting saya 'Terjerat Kartu Kredit?' dan 'Pay Yourself First' bisa jadi inspirasi untuk disiplin menabung dan terbebas dari jerat hutang

Mungkin ini sharing yang bisa saya sampaikan. Maaf kalau ada yang ga pas. Saya sendiri masih perlu belajar.
Tetap Semangat!!! dan yang paling penting tetap BERSYUKUR dalam kondisi apapun!

Wassalam,
AR Junaedi

1 komentar:

Anonim 10 Februari 2010 07.33  

Yes exactly, in some moments I can bruit about that I agree with you, but you may be in the light of other options.
to the article there is quiet a without question as you did in the downgrade delivery of this solicitation www.google.com/ie?as_q=lavasoft ad-aware 2007 7.0.2.7 professional ?
I noticed the utter you procure not used. Or you functioning the black methods of development of the resource. I possess a week and do necheg

Pembaca Blog ini

Anda Pengunjung Ke

  © Blogger template Columnus by Ourblogtemplates.com 2008, AR Junaedi

Back to TOP