4 Langkah Menemukan Jalan Tembus

Rabu, 12 Desember 2007


Dalam kehidupan ini adakalanya kita menghadapi masalah yang dirasa sangat sulit menemukan jalan keluarnya. Dalam keuangan, karir, bisnis, keluarga. Setiap orang punya masalahnya masing-masing.

Bagaimana untuk bisa menemukan jalan tembus dari kebuntuan yang menghadang? Nah, MTOF pagi ini pak Mario membahas empat langkah jitu untuk bisa keluar dari kebuntuan.

Sebelum memulai empat langkah menemukan jalan tembus, coba kita jawab pertanyaan dibawah ini dengan apa adanya:

Apakah Anda menyenangi cara kehidupan memperlakukan Anda saat ini?
Kehidupan itu aktif, bisa memperlakukan orang baik dan buruk. Bergantung apakah orang itu memang pantas dan memantaskan dirinya untuk diperlakukan dengan baik atau buruk. Cobalah bercermin kembali atas segala tindakan yang telah kita lakukan.

Apakah Anda sudah merasa hidup ini begitu ramah, sehingga tidak ada satupun yang menggelisahkan Anda?

Periksa lagi waktu yang telah disediakan Tuhan, apakah sudah kita isi dengan nilai yang terus meningkatkan kualitas. Atau kita siakan untuk kesenangan semu yang melengahkan?

Pertanyaan berikutnya: Apakah seharusnya Anda mendapat lebih banyak daripada yang anda dapatkan sekarang ini?

Sudah pantaskah gaji atau pendapatan omset bisnis Anda seperti yang Anda impikan.

Sebenarnya dimana tingkat Anda sekarang? Apakah seharusnya lebih tinggi dari posisi Anda saat ini?

Bila Anda menjawab tidak ataupun seharusnya Anda berada pada tingkat yang lebih lagi dari kondisi sekarang. Atau malah ada keraguan dalam menjawabnya?

Good... berarti kita perlu mengikuti empat langkah untuk keluar menuju pintu yang lebih luas lagi. Apa itu?

1. Jadilah Pribadi yang Seimbang
Bila sedih tidak jadi lemah, bila gembira tidak jadi lupa. Berkuasa tapi tidak semena-mena. Saat kaya tidak sombong. Waktu miskin tidak mengeluh. Saat diatas tidak lupa menginjak bumi.

Dengan belajar seimbang Anda tidak akan larut kedalam sesuatu yang tanpa kita sadari bisa melemahkan.

2. Terfokus
Fokus pada satu keinginan yang keberhasilannya memungkinkan tercapainya keberhasilan yang lain.

Fokus pada bidang sehingga Anda menjadi ahli. Anda jadi tahu cara-cara menghasilkan keuntungan. Anda jadi terlatih menghindari jebakan kerugian. Sensitif terhadap arah perubahan dan bertindak jauh kedepan.

3. Berkelanjutan
Bila Anda telah fokus, maka perlu lakukan tindakan secara konsisten. Berkelanjutan dari satu penyelesaian ke penyelesaian. Bukan dari satu rencana satu ke rencana lainnya. Selesaikan dulu satu rencana, baru lanjutkan pada penyelesaian rencana berikutnya.

Seberapa banyak rencana kita buat, hanya akan menjadi rencana tanpa ada hasil, bila kita tidak tindaklanjuti hingga mencapai penyelesain.

4. Setia pada yang menghasilkan
Jangan melakukan suatu pekerjaan yang tidak menghasilkan. Lepaskan dari sesuatu yang tidak bernilai dan tidak membesarkan. Setialah pada yang menghasilkan, pergaulan yang membuka kebaikan, komunitas yang berbagi, bacaan yang mencerahkan, tindakan yang bermanfaat.

Orang-orang yang berhasil tahu betul memanfaatkan setiap moment dalam hidupnya untuk menghasilkan.

Yang menguatkan empat langkah diatas adalah kebergantungan hanya pada Tuhan. Jangan pernah lepas dari rahmat Allah. Pasrahkan hasilnya, ikhlaslan jadinya, selalu dekat denganNya.

Nah, empat langkah yang semoga bisa mendobrak jalan buntu, membuka jalan tembus. Membawa ketingkat lebih tinggi lagi. Keberhasilan, yang sesungguhnya merupakan hak kita. Untuk bisa lebih baik.

Semoga...

Read more...

Mengetahui Masa Lalu dan Masa Depan Anda

Sabtu, 08 Desember 2007


Quote of the day:

"Bila Anda ingin mengetahui Masa Lalu Anda, kenalilah KEADAAN Anda Sekarang.

Bila Anda ingin mengetahui Masa Depan Anda, perhatikanlah yang Anda KERJAKAKAN Sekarang"

by Mario Teguh

Masa depan Anda bergantung kepada penggunaan terbaik dari kemampuan Anda, bukan pada kesalahan Anda di masa lalu atau pada keraguan Anda tentang masa depan.

Masa depan Anda bergantung kepada kekuatan Anda,
bukan pada masalah-masalah Anda.

Dan,
bahwa masa depan Anda bergantung pada keberhasilan Anda,
bukan pada kegagalan Anda.

Read more...

Semalam Bersama Pak Mario Teguh di O' Channel

Jumat, 07 Desember 2007


Pengalaman yang luar biasa SUPER, saya rasakan semalam. Menjadi audience Mario Teguh Business Art di acara yang disiarkan live di O'Channel.

Dekat dengan pak Mario, saya merasakan kekuatan positif. Keteguhan dan kesungguhan dalam menampilkan yang terbaik dari diri kita.

Saya belajar ada Tiga kekuatan dari sosok Pak Mario yang dengan cerdas merangkai setiap kata menjadi kalimat powerful yang menyejukan dan menyemangati.

Pertama, Ketaatan Pada Tuhan. Apapun kondisi kita saat ini, jangan pernah terlepas dan menyimpang dari jalan Tuhan. Periksa lagi ketergantungan-ketergantungan diri kita. Apakah kita masih bergantung pada karir, pada bisnis, pada pasar, pada atasan, pada pekerjaan?

Bergantunglah hanya pada Tuhan. Karena Tuhan Maha Sayang. Maha Kaya. Kalau sudah tidak ada kebergantungan pada selain Tuhan, maka kita akan memiliki jiwa yang tenang. Pak Mario kemudian melansir satu ayat alQuran mengenai: Yaa ayyatuhanafsu mutmainnah. Ayat ini menurut beliau justru perintah buat kita untuk selalu mempunyai jiwa yang tenang.

Yang menurut pak Mario, bisa tidur nyenyak seribu tahun lagi atas apapun yang kita perbuat saat ini. Bila tidak, kalkulator Tuhan pasti tidak akan meleset sedikitpun.

Kedua, Kecintaan Pada Keluarga. Ini tercermin dari perlakuaan dan komunikasi beliau dengan istrinya yang kemarin dengan setia menemani beliau.

Seperti yang juga dicontohkan Rasulullah, beliau menganjurkan untuk memanggil istri kita dengan panggilan terbaik. Pak Mario memanggil istrinya dengan sapaan "Love", dan kemudian ibu Linna, istrinya menjawab, "Yes, Honey..."

Bekerja keras dan berusaha dengan gigih memang penting. Tapi jangan sampai mengalahkan kewajiban yang lain, yaitu membahagaikan keluarga. Terkadang kita tidak sadari, didalam mencari rezeki yang kita pikir buat keluarga, tapi justru keluarga merasa tidak dipedulikan.

Bangun komunikasi terbuka dan yang saling mempercayai

Pelajaran Ketiga dari Pak Mario adalah menebarkan kasih sayang kepada siapapun. Pesannya, Hormati siapapun bahkan lebih dari pada mereka menghormati dirinya sendiri.

Kekeuatan untuk menebarkan kebaikan, mengalahkan kelelahan atau sakit yang beliau rasakan. Mungkin di TV tidak terlihat, Pak Mario saat itu kurang fit. Sebelum tampil beliau dipijit istrinya, dibuatkan segelas kopi pahit dan minum obat.

Semua untuk pelayanan buat semua yang ingin melihat hidup ini lebih indah, lebih bernilai.

Semalam Bersama Pak Mario Teguh di O'Channel, semalam yang SUPER!

Read more...

Undangan MTBA di O'Channel

Rabu, 05 Desember 2007


Sore ini handphone saya berdering, "Selamat Sore pak Junaedi, besok malam ada waktu hadir sebagai audience pak Mario di O'Channel?" tanya pak Tekad, Mario Teguh Club Secretary.

Undangan tampil live di acara Mario Teguh Busniness Art di O'Channel, kenapa harus ditolak? "Insya Allah saya akan datang," jawab saya exciting.

Acara setiap kamis malam jam 21.00 ini memang termasuk acara favorit saya. Malah saat ini telah menjadi no.1 rating dengan penonton terbanyak di Jakarta.

Banyak pembelajaran yang saya ambil setiap mendengar kata-kata pak Mario. Beberapa insight sudah saya posting di blog ini.

Anak saya juga tahu saya menyukai acara ini. Maka ketika dalam satu kamis saya tidak dirumah, anak saya Aldy menuliskan pointer-pointer yang disampaikan pak Mario.

"Pak, ini Aldy tulis supaya bapak ngga ketinggalan ilmu pak Mario," kata anak saya sambil menyodorkan tulisan tangannya. Wah, anak yang Super..

Tema bahasan kamis besok adalah "Money - Making Qualities". Akan mengupas tentang kualitas bagi organisasi bisnis dan kualitas pribadi.

Kualitas apa saja yang dibutuhkan para pebisnis untuk bisa eksis dan terus memimpin pasar?

Bidang apa saja dari penggunaan kualitas yang menjadikan dasar dari pengembangan usaha ataupun masuk ke bisnis baru?

Nah, buat teman-teman yang ingin tahu jawabannya, tonton ya acara ini kamis 6 Desember 2007. Bukan untuk melihat saya :) , tapi yuk kita dengar bersama paparan pak Mario yang super...

Read more...

Karier Kedua

Senin, 03 Desember 2007


Ada sentilan Pak Mario buat Anda -termasuk saya- yang masih berstatus Amphibi, karyawan yang mempunyai bisnis.

Ketika ditanya apa kesibukannya? Sebagai amphibi umumnya menjawab karyawan yang mempunyai bisnis sambilan.

Ternyata jawaban ini tidak tepat. Bila bisnis disebut sebagai pekerjaan sambilan, maka fokus yang diberikan tentu tidak sepenuh pekerjaan utama. Kata-kata sambilan berkonotasi tidak terencana. Padahal tidak ada kesuksesan yang tumbuh tanpa perencaan yang baik.

Jadi, ubah bisnis sambilan menjadi SECOND CAREER. Ya, karier kedua.

Dengan menjadikan karir kedua, fokus pada bisnis akan lebih kuat lagi. Potensi diri akan keluar lebih terarah, paling tidak sama seperti kekuatan motivasi dalam pengembangan pekerjaan utama.

Memang tidak bisa memberi perhatian penuh pada bisnis seperti para full TDA. Justru dalam proses mengerjakan dua pekerjaan sebagai karyawan dan menjalani bisnis, kekurangan waktu yang kita alami akan menjadi penderitaan yang cantik

Bagi saya sendiri, Karir kedua ini sedang berjalan 1 tahun. Sejak ikut komunitas TDA, banyak perubahan yang membuka pandangan saya terhadap dunia entreprenuer.

Rejeki bukan lagi dari satu pintu, tapi beberapa pintu yang Alhamdulillah mengalir dengan ridhoNya. Sekaligus membuka jalan bagi beberapa orang yang banyak membantu usaha ini untuk turut bersama memetik rejeki yang Allah sediakan.

Perubahan cara pandang terhadap bisnis sambilan menjadi second career, diharapkan bisa mempercepat pencapaian impian.

Let's see and hope second career will become 1st priority carrier...

Read more...

Pembaca Blog ini

Anda Pengunjung Ke

  © Blogger template Columnus by Ourblogtemplates.com 2008, AR Junaedi

Back to TOP