Hari lni Milik Anda

Rabu, 30 Mei 2007

Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani; bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang.

Hari yang saar ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda. Inilah hari Anda.

Umur Anda, mungkin tinggal hari ini.

Maka anggaplah masa hidup Anda hanya hari ini saja,atau seakan,akan Anda dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga.

Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acapkali menakutkan.

Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras.

Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu', bacaan AI,Qur'an yang safar tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati.

Keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.

Pada hari dimana Anda hidup. Saat inilah sebaiknya Anda membagi waktu dengan bijak.

Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan.

Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu; dan persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuknya!

Beristighfarlah atas semua dosa, ingatlah selalu kepadaNya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan!

Terimalah rezki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda hari dengan penuh keridhaan.

{Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur. } (QS. AI-A'raf: 144)

Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian!

Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati Anda serta kalimat (bila perlu Anda tulis pula di atas meja kerja Anda): Harimu adalah hari ini.

Yakni, bila hari ini Anda dapat memakan nasi hangat yang harum baunya, maka apakah nasi basi yang telah Anda makan kemarin atau nasi hambar esok hari yang belum tentu ada itu akan merugikan Anda?

Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin, atau mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi?

Jika Anda percaya pada diri Anda, dengan semangat dan tekad yang kuat Anda akan dapat menundukkan diri Anda untuk berpegang pada prinsip: Aku hanya akan hidup hari ini.

Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan.

Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati:

Hanya hari ini aku berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja: tak berucap kotor dan jorok yang menjijikkan. Tidak akan pemah mencela, menghardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain.

Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut dan berantakan, alias rapi dan teratur.

Dan karena hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku."

Hanya hari ini Aku akan dapat menghirup udara kehidupan. Maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun.

Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu yang orang dizhsalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil, dan berbakti kepada orang tua

"Hari ini milik Anda", adalah ungkapan yang paling indah dalam "kamus kebahagiaan", kamus bagi mereka yang mengingini kebahagiaan

dari artikel La Tahzan

1 komentar:

pupung 2 Januari 2009 00.00  

betul sekali mas kadang kita terlalu sibuk memikirkan masa depan hingga hari ini pun terlewati begitu saja tanpa ada manfaat.

Pembaca Blog ini

Anda Pengunjung Ke

  © Blogger template Columnus by Ourblogtemplates.com 2008, AR Junaedi

Back to TOP