Helmy Yahya: Hargai Proses

Rabu, 31 Oktober 2007


“Hargai Proses!” begitu kata Helmy Yahya yang secara kebetulan saya temui di Dubai Airport ketika sama-sama menunggu pesawat kemarin.

Helmy Yahya yang dikenal sebagai Raja Kuis, Entrepreneur Sukses, Pembawa Acara, Pembicara, Manager Artis, Dosen dan sederet jabatan lainnya. Beliau baru saja kembali dari liburan bersama artis lain dari Panasonic Award.

Tentu saja kesempatan ini tidak saya sia-siakan untuk bertanya tentang kiat entrepreneur beliau.

“Untuk sukses kita perlu menghargai proses,” begitu katanya. “Jangan mudah tergiur oleh janji atau bujuk sukses secara instan”

Untuk sukses perlu waktu. Banyak yang ingin sukses dengan cepat, tapi berapa banyak yang juga turun secara cepat.

Didalam proses kita akan mengalami banyak pembelajaran. Orang menyebutnya kegagalan, kebangkrutan. Nah seberapa besar kekuatan kita untuk bangkit lagi, sebesar itulah kesuksesan yang akan diraih.

Coba saja tengok, entrepreneur sukses adalah orang yang banyak melewati jalan berliku. Yang kita lihat saat kesuksesan cuma sekelumit kecil dari perjalanan jatuh bangun sebelumnya.

So, how to be eentrepreneur success? Persistence, terus belajar dan kuncinya ada pada diri Anda sendiri. Kenali diri Anda, dan temukan profile Anda sendiri.

Mengutip Roger Hamilton, ada delapan profile alami jalur menuju sukses. Apakah Anda seorang Creator, Star, Supporter, Deal Maker, Accumulator, Trader, Lord, atau Mechanic.

Hemy sendiri, menurutnya seorang Kreator & sedikit bintang. Makanya dia perlu team dengan profile berbeda dengannya, terutama Supporter & Deal Maker. "Jangan cari rekanan yang se-profile dengan kita, ga bakal jalan," katanya.

Tidak lupa saya juga memaparkan komunitas TDA pada beliau, yang ternyata beliau juga sudah banyak dengar tentang kegiatan komunitas ini. "Bagus, dan jangan terjebak pada komunitas yang hanya memprovokasi anggotanya tanpa ada know how yang realistik". Begitu pesannya.

Jadi, apapun kondisi Anda saat ini hargai itu sebagai sebuah proses pembelajaran. Proses pematangan untuk menjadi kuat.

Success is just a matter of time…

Read more...

Back to Jakarta

Selasa, 30 Oktober 2007


Back to Jakarta now. Selepas business trip di Dubai. Kota yang sedang menggeliat dengan begitu cepat menuju kota metro modern.

Banyak view indah untuk dinikmati. Pantai putih yang tenang, Sunset, Moon rise, bangunan modern dipadu dengan sentuhan tradisional Arab, Modern Mall terbesar di Asia.

Banyak juga pengalaman berharga dan pelajaran dari perjalanan kali ini.

Nanti akan saya share menikmati kecantikan kota yang terus berdandan ini. Kota dengan penduduk 1,4 juta yang hanya 20% penduduk asli. Sebagian besar sisanya imigran dari jazirah arab lainnya, philipina dan tentu saja para TKI kita.

Back to Jakarta, my lovely city...

Read more...

Going to Dubai

Rabu, 24 Oktober 2007


Mulai besok sampai tanggal 30 Oct, saya akan ke Dubai UAE untuk Meeting Tahunan kantor TDB.

Mudah2an semua lancar dan dapat pengalaman berharga di negara kaya minyak ini.

Sukses untuk Anda Semua!

Read more...

Pertanyaan Untuk TDB (dari Halal Bihalal di Bu Ning)

Selasa, 23 Oktober 2007


Sore kemarin bertempat di Rumah bu Ning daerah Tanjung Priok, berlangsung Halal Bihalal komunitas TDA. Ide awalnya dari bu Ning dalam menyambut Duta TDA Pak Adib yang saat ini singgah di Jakarta.

Acara yang berlangsung selepas Maghrib ini baru berakhir jam 11 malam. Dari perkenalan masing-masing yang hadir, banyak pembelajaran yang didapat.

Sharing dari Mba Yulia, Mba Ina, Pak Agus Ali, Pak Ade, Pak Rosihan n Istri, Pak Hasan, Pak Herizal, Pak Khaerul Yanis, Pak Adib, Pak Aris n Istri, Pak Eko June, Bu Ning sendiri dan tentu saja Jendral TDA Pak Roni.

Termasuk dari tuan rumah, Pak Harmanto. Seorang mantan TDB yang telah mengabdi puluhan tahun di perusahaan cukup bonafid dengan jabatan yang tinggi.Pada satu kesempatan beliau diajak diskusi dengan atasannya yang akan pensiun.

"Suatu saat kamu PASTI akan melewati suatu pintu. Dan bila sudah keluar dari pintu itu kamu tidak akan bisa masuk kerumah itu lagi" kata sang atasan

"Pintu itu bernama PENSIUN. Ketika sudah saatnya, lalu apa yang akan kamu lakukan?

Ketika satu-satunya penghasilan kita hilang, ketika tidak ada lagi yang melayani, ketika tidak ada lagi fasilitas...

Bagaimana dengan gaya hidup, bagaimana dengan semua anggaran pengeluaran, bagaimana dengan pendidikan anak, bagaiman dengan keluarga?

Dan coba jawab, Bagaimana bila itu terjadi SEKARANG, SAAT INI?"

Pertanyaan ini membuat 'shocking' pak Ning saat itu. Hingga harus berfikir untuk masa depan diri dan keluarga.

Mulai saat itu mindset berubah dari pekerja ke TDA, dan ketika sang istri tercinta memberikan ultimatum: Pilih ISTRI atau ASTRA? Jawabannya tentu saja pilih istri yang punya segudang keeistimewaan itu.

Ternyata kolaborasi Bu Ning dan Pak Harmanto membuat bisnis Mahkota Dewa yang Luar biasa saat ini. Perpaduan Dua Cinta kata bu Ning. Kelemahan masing-masing justru menguatkan keduanya.

Nah, berapa banyak orang yang ketika mulai pensiun baru berencana memulai usaha. Ketika usia tidak muda, ketika tenaga sudah berkurang, semangat menurun. Apa yang kemudian terjadi?

Bagaimana bila pertanyaan itu diajukan pada Anda?

Read more...

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Kamis, 11 Oktober 2007


AR Junaedi & keluarga mengucapkan:

"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428H"

"Mohon Maaf Atas Segala Kesalahan"

"Taqabballahu Minna Wa Minkum, Taqabal Ya Kariim"

Read more...

Pembaca Blog ini

Anda Pengunjung Ke

  © Blogger template Columnus by Ourblogtemplates.com 2008, AR Junaedi

Back to TOP