Admire Successful People

Senin, 20 Agustus 2007

Quote of the day:

"Jika Anda iri hati terhadap kesuksesan seseorang, Anda justru menciptakan kekuatan negatif untuk menjauhkan Anda dari segala hal yang Anda inginkan untuk mencapai kesuksesan.

Jika Anda menghormati orang sukses, Anda langsung menciptakan kekuatan POSITIF untuk menarik Anda ke arah lebih cepat dan lebih mendekati kesuksesan seperti orang yang ingin Anda ikuti kesuksesannya"

By Brian Tracy

Read more...

The Law of Compensation

Rabu, 15 Agustus 2007

The Law of Compensation atau Hukum Kompensasi menyatakan bahwa setiap orang akan mendapatkan kompensasi atau balasan sesuai dengan kontribusinya. Sesuai dengan apa yang kita kerjakan, sebesar atau sekecil yang kita berikan.

Sikap mental yang optimis, perasaan bahagia, senang adalah hasil dari apa yang kita isi ke dalam pikiran. Jika otak diisi dengan pikirian sukses, bahagia dan optimis, maka sebagai kompensasinya adalah pengalaman positif bisa kita temui dalam aktivitas sehari-hari.

Orang yang sukses selalu punya kebiasaan melakukan lebih dari apa yang seharusnya mereka kerjakan. Mereka selalu melihat peluang untuk bisa mengerjakan lebih dari yang diharapankan.

Proaktif. Selalu meminta tambahan tanggungjawab dari yang seharusnya. Karena memberikan kontribusi lebih, dengan sendirinya kompensasi dalam bentuk penghargaan ataupun keuangan akan mengikuti.

Penghasilan kita saat ini adalah hasil dari kontribusi yang kita berikan dari masa lalu. Jika ingin mendapatkan pendapatan lebih maka kita harus meningkatkan dahulu nilai dari kontribusi itu sendiri.

Jangan terbalik, ingin penghasilan lebih besar, baru melakukan kontribusi kemudian. Ini bisa menimbulkan kekecewaan. Selama belum melakukan tindakan, selama itu pula kompensasi akan diam bergerak.

Hukum kompensasi juga berarti bahwa kita akan menuai apa yang kita tanam. Jika kita menanam apel, tentunya akan memanen apel kan. Jadi tidak mengejutkan bila kita menanam benih cinta, maka kita akan mendapatkan kasih sayang. Jika menanam kebaikan, maka perlakuan baik akan kita terima.

Begitupun jika kita menumbuhkan rasa benci, maka kita akan mendapatkan kemarahan. Hukum alam ini bersifat netral. Jadi jika ingin orang lain menghormati Anda, berilah rasa hormat pada orang lain. Jika tidak ingin disakiti orang lain, berilah kasih sayang dengan tulus.

Hukum kompensasi ini akan terus bekerja, kita sadari atau tidak. Dan bila ingin mendapat lebih, berikan juga kontribusi yang lebih untuk sesuatu yang kita impikan.

Semakin besar kontribusi yang diberikan, semakin besar juga kompensasi yang akan diterima. Dan semakin dekat dengan impian kita.

Nah, tinggal kalkulasi seberapa besar kontribusi yang sudah dan akan kita berikan untuk mencapai kompensasi yang kita inginkan…

Read more...

Knowing is Not Enough!

Kamis, 09 Agustus 2007

Quote of the day:

"You see, in life, lots of people KNOW what to DO. But only few people actually DO what they KNOW.

Knowing is not enough! You must take ACTION!"


by Anthony Robbins

Read more...

Workshop Ritel Busana TDA, Luar Biasa!

Selasa, 07 Agustus 2007



Wah! Luar Biasa!

Worksop Ritel TDA berlangsung minggu kemarin dengan cukup seru dan hangat. Lebih terbuka gambaran persiapan yang harus dilakukan para peritel menjelang lebaran. Antisipasi pada saat peak dan bagaimana strateginya.

Lebih dari itu mengupas lebih dalam tentang bisnis ritel sendiri. Mulai dari perencanaan membuka toko, mengelola stok, kiat merekrut karyawan, perhitungan omset, sampai mengelola beberapa outlet sekaligus.

Mba Doris memaparkan bisnis Shaakira. Dari misi, visi sampai omset bulanannya dengan grafik yang terus menanjak. Sebentar lagi sudah menembus 9 digit!

Bagaimana trik Shaakira membuka toko dengan sukses?

Mba Doris membagi kiatnya:
Lokasi yang mantap, Survey competitor, Buat database pelanggan, Service tambahan buat pelanggan, dan Pendekatan Personal

Yang kedua tampil Mas Faif Yusuf, dengan Kafana distro. Mengapa momen lebaran sangat penting? Menurut beliau asumsinya 60% omset setahun terjadi menjelang lebaran.
Nah inilah kesempatan emas untuk panen raya. Target selama peak season ini Rp 100 juta!

Strateginya: Memastikan stok aman untuk merk andalan, sebar brosur, menambah karyawan, dsb.

Berikutnya Pak Ryad Kusuma, owner Ruzika Collection. Saat ini sudah punya 2 toko offline di Cibubur dan Bogor, dan satu toko online. Targetnya dalam 5 tahun ke depan bisa meng-cloning bisnisnya menjadi 10 toko.

Dengan dukungan penuh sang istri/ Mba Poppy saya yakin kurang dari 5 tahun dreamnya sudah bisa terwujud.

Pak Tri Atmojo tampil dengan paparan yang dahsyat dan beda. Kalau sebelumnya membedah produk sejenis- yaitu busana muslim, pak Tri tampil dengan Distronya.

Ceruk market yang dibidik terbatas untuk kalangan anak muda yang ingin tampil beda. Maka produknyapun tidak pasaran, dengan merk indie. Yang dijual buka sekedar produk, tapi life style- begitu kiatnya.

Lebih banyak mengaduk emosi pelanggan ketimbang harga. Ketika pembeli sudah termakan emosinya ketimbang logika, maka harga bukan lagi jadi pertimbangan.

Pasar ABG ternyata juga pasar yang basah. Buktinya omset per bulannya Rp 60juta per outlet, dan beliau punya 5 outlet! Mau tahu omsetnya pada saat lebaran: Rp 300 juta per outlet!

Karena sudah mendalami bisnis distro ini, pak Tri saat ini melounching label sendiri degan nama Raxzel, mengusung tema Improvment & Freedom.

Paparan pak Tri, membuka mata semua peserta workshop, how fantastic if we focus on specific nice market and offer life style.

Kemudian dilanjutkan dengan pak Yanto yang telah belasan tahun berkecimpung di perusahaan garment Honey & Robert.

Dengan gamblang beliau memaparkan bagaimana proses product garment. Mulai pencarian ide, menggodoknya, proses produksi sampai diterima di konsumen. Life cycle of product, termasuk mengukur umur satu produk.

Satu hal penting menurut beliau, ketika sesorang mengenakan suatu produk, orang tersebut tidak kehilangan jati dirinya atau malah tenggelam ke dalam produk itu sendiri. Bahkan seharusnya, produk yang dikenakan bisa lebih mencitrakan jati diri bagi si pemakai.

Dan Pak Roshinan juragan Saqina Group, menutup dengan paparan "Siap Tempur di Lebaran 2007"

Lengkap paparan yang disampaikan pak Rosihan, mulai dari Manajemen Stok, Penataan Toko, Waspada lebaran sampai perilaku Konsumen.

Semua itu dikupas habis di work-shop ini dengan biayanya Gratis! Peserta cuma perlu bayar makan malam saja.

Thanks to all mentor, TDA-M & TDA-R, dan buat Pak Roni yang menggawangi acara sampai tuntas. Two Thumb Up!!

Siap Tempur di Lebaran!!!

Read more...

The Secret always Working

Senin, 06 Agustus 2007


The Secret memang bekerja dan terus bekerja. Dalam satu minggu kemarin ada dua kejadian yang saya coba praktekan apa yang ada di film The Secret.

Pada awal minggu, saya sakit. Mag saya kambuh lagi. Kata dokter dari hasil pemeriksaan endoskopi, mag saya tergolong akut. Di hari kedua bertambah sakit dan mual.

Malamnya saya coba untuk untuk mempraktekan apa yang dipaparkan di film yang powerful tersebut.

Just Ask, Beleive and Receive.

Meminta dengan jelas kesembuhan yang kita inginkan. Bukan tidak ingin sakit mag, tapi menginginkan perut yang sehat. Fokus pada hal positif.

Percaya bahwa kesehatan yang kita inginkan pasti terwujud. Walau keadaan sakit, tapi dalam keadaan rileks saya visualisasikan kondisi saya dalam keadaan bugar. Bayangkan dengan jelas dan 'berasa' tubuh yang segar.

Menerima dengan perasaan penuh syukur kondisi kesehatan yang tervisualisasi tadi. Ucapkan syukur yang tulus seakan-akan permintaan kita sudah terwujud.

Dan, pasrahkan pada-Nya, let it God...

Hari ke-tiga, bangun tidur rasa sakit kemarin benar-benar hilang-hilang. Badan terasa lebih fresh. Rasa mual tidak ada lagi.

Kontras sekali kondisi hari ketiga dengan sebelumnya, membuat saya sendiri takjub. Alhamdulillah... Thanks God!

Yang kedua, karyawan saya melaporkan beberapa hari kemarin omset harian menurun. Benar kata pak Hadi Kuntoro, bulan Juli harus siap-siap dengan penurunan omset karena orang tua lebih terkonsentrasi untuk keperluan sekolah.

Malam itu saya minta dia menonton film The Secret, sambil saya ulas pada moment penting.

Selesai menonton, saya tantang untuk memasang target esok hari 4x lipat dari omset normal. Semula dia menolak. Cuma di mimpi, katanya.

Tapi setelah dijelaskan tahapan dengan mudah, dia mau juga mencoba. Tiga tahapan yang sama: Ask, Believe, Receive.

Hasilnya? Luar biasa, dengan antusias dia menceritakan omsetnya bisa 4x lipat. "Cuma kurang 10 ribu, mungkin karena tadinya saya kurang yakin banget kali ya," katanya dengan senyum bangga.

Dia menceritakan ada pelanggan yang memborong beberapa pakaian, yang jumlahnya cukup besar.

Subhanallah...

Read more...

Pembaca Blog ini

Anda Pengunjung Ke

  © Blogger template Columnus by Ourblogtemplates.com 2008, AR Junaedi

Back to TOP