Satu Tahun Bersama TDA = Wind of Changes
Kamis, 24 Januari 2008

Komunitas TDA akan merayakan milad ke-dua, minggu besok 27 Januari 2008. Rasa syukur tak terhingga, saya telah dipertemukan dan menjadi bagian keluarga besar komunitas yang luar biasa ini.
Pertemuan dengan TDA bagi saya suatu kebetulan yang berbuah anugerah. Berawal dari blogwalking akhir November 2006, saya terdampar di blognya Pak Roni. Tulisannya benar-benar membetot perhatian saya sehingga semua tulisannya dari awal sekali beliau posting sampai terakhir saya baca tanpa terlewat sekalipun.
Dari membaca perjalanan bisnis beliau, gaya hidup yang dijalani, dan sharing pengetahuan telah merubah mindset saya. Business must be fun! Saya seperti kayu kering yang tersulut api provokasi sang Jendral.
There is something I should do for my own business!
Jadilah dengan modal seadanya, pada 6 Desember 2006 saya nekat membuka lapak kaki lima. Mentor saya satu-satunya saat itu dari membaca tulisan pak Roni dan sharing dari milis TDA yang saya masuki atas invite Pak Roni saat itu.
Sebagai pedagang kaki lima, saya merasakan betul perjuangan para pedagang dipinggir jalan. Dari sesama pedagang kaki lima saya banyak belajar. Tentang perjuangan untuk bertahan dari kerasnya persaingan. Ketika hujan turun tiba-tiba, dagangan yang sudah kita gelar harus segera ditutup kembali. Berebut tempat dengan pedagang lain. Beberapa kali dimarahi pemilik rumah yang lahan depannya kita pakai.
Dan bagaimana susahnya bahkan untuk mendapat keuntungan seribu rupiah saja! Ibu-ibu dipasar memang hebat dalam soal tawar menawar. Wah benar-benar pengalaman penuh liku yang sangat berkesan.
Alhamdulillah, dari 2 tiang hanger kaki lima, saya kemudian bisa menyewa satu kios di pasar tradisional di daerah Tugu, Jakarta Utara pada 10 Januari 2007. Kios ini menjual baju khusus anak-anak, termasuk baju anak muslim.
Inipun bukan dengan modal besar, cuma keinginan yang kuat yang memompa keberanian untuk beranjak ke tahap berikutnya.
Di pasar ini, saya mulai menerima 2 karyawan baru. Belajar mengelola stok, inventory, mengatur cash in/out dan mengelola karyawan. Bukan tanpa tantangan membuka kios, apalagi dipasar tradisional.
Menarik pelanggan baru, menyiasati sepi-nya kunjungan, juga menerapkan berbagai strategi unik agar usaha bisa berkembang. Salah satu strategi yang saya terapkan pernah dimuat di majalah Wirausaha dan Keuangan yang mengadakan lomba menulis unik.
Alhamdulillah, lagi-lagi saya mendapat keberuntungan dengan bergabungnya kelompok Mastermind TDA yang kami beri nama GTF, Go To Freedom. Great thanks to my motivator Mba Yulia Moz5, my inspiration Mba Doris, and my friends to share my dreams Mba Yuni dan Oma Aning.
Pertemuan pertama pada bulan Maret 2007, membuat target kenaikan profit 300%. Kalau berhitung dengan 'otak kiri', rasanya target ini tidak mungkin tercapai.
Take Action Miracle Happen. Benar-benar terjadi! Selepas pendeklarasian mimpi di TDA, maka jalan ke arah target tadi mulai terbuka. Dengan perjuangan dan tentu saja izin Allah Yang Maha Sayang, saya bisa melounching toko ke dua, masih di daerah Jakarta Utara.
Bila kios yang pertama berisi baju anak, ditoko kedua ini baju untuk abg dan dewasa. Membidik target tertentu, sesuai lokasi yang pas membawa hasil. Alhamdulillah, melalui toko kedua inilah target 300% terlampaui.
Perjalanan bisnis ini suatu hal yang sebelumnya tidak terlintas dalam benak seorang TDB, dengan zona kenyamanan selama ini.
Perubahan lain dari bergabungnya saya dengan komunitas TDA ini adalah cara pandang positif. Perilaku lain yang berubah adalah bacaan. Bila sebelumnya banyak membaca majalah politik, semenjak kena virus TDA menjadi majalah bisnis. Buku yang pak Roni rekomendasikan, buru-buru saya beli (walau semua belum terbaca :)
Radio yang menemani dalam perjalanan pulang dan pergi kerja juga berubah. Kalau biasanya cuma mendengarkan musik, sekarang ini radio bisnis seperti Smart FM.
Dalam karir TDB-pun saya mengalami percepatan kenaikan jenjang yang cukup signifikan.
'Rasa' komunitas TDA akan sangat kental ketika kita banyak mengikuti kegiatan off-linenya. Milad TDA ke-1, adalah pertemuan pertama saya dengan keluarga besar TDA. Satu hari penting yang turut membawa perubahan.
Selanjutnya saya mengikuti kegiatan2 TDA seperti Nobar The Secret & Bedah buku The Attractor Factor, Workshop the Luck Factor, Workshop Ritel Garment, pengajian TDA Qalbussalim, Seminar Billionair in Training, Worskshop Properti James, bedah buku Quantum Ikhlas, Leverage Games - Action Coach, Halal Bihalal, Workshop Blogger.
Dan banyak pertemuan informal seperti pembukaan Moz5 Bekasi, Buka Puasa bersama, menyambut Kangmas Wuryanano, diskusi buku Brad Sugar di Ciganea, menyambangi rumah Oma Aning Harmanto dan banyak lainnya.
Dan yang penting lagi dari komunitas ini adalah persahabatan yang tulus dari semua rekan TDA. Dengan prinsip Memberi dan Melayani.
Thanks to all founders & members TDA, you are all blessed by GOD!
TDA benar-benar AGEN PERUBAHAN.
TDA is Wind of Changes................

0 komentar:
Poskan Komentar